Saat timbul jerawat yang membusuk, kulit di sekitar jerawat tampak kemerahan dan agak bengkak. Jerawat juga tampak berisi nanah yang berwarna keputihan atau kekuningan.

Apa Penyebab Jerawat Bernanah?

Jerawat terjadi ketika area folikel atau pertumbuhan rambut tersumbat oleh sel kulit mati atau minyak kulit alami (sebum). Ketika jerawat terinfeksi bakteri, tubuh secara alami melawan bakteri penyebab infeksi. Reaksi ini menyebabkan terbentuknya nanah pada jerawat.

Jerawat busuk biasanya terasa nyeri. Dalam kasus tertentu, jerawat yang terinfeksi dapat menyebabkan infeksi kulit yang parah, yang dapat disertai dengan demam.

Bagaimana Cara Mengatasi Jerawat Dan Mencegahnya?

Padahal, jerawat kecil bisa hilang dengan sendirinya. Namun, jika jerawat sudah mengeras dan membesar atau terasa nyeri, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Penggunaan obat jerawat

Menggunakan obat jerawat bisa menjadi solusi untuk meredakan jerawat yang meradang dan bernanah. Pilih obat jerawat yang mengandung bahan aktif seperti benzoyl peroxide, salicylic acid, dan sulfur. Pastikan Anda menggunakan obat jerawat sesuai petunjuk pada kemasannya.

Jika jerawat purulen memburuk atau memburuk, antibiotik, tretinoin, atau obat hormonal (seperti pil KB) mungkin diperlukan. Meski begitu, penggunaan obat jerawat jenis ini harus atas rekomendasi dokter.

2. Jangan memencet jerawat

Satu hal yang perlu diingat saat Anda berjerawat adalah menghindari memencet jerawat. Alih-alih membuat nanah hilang, nanah justru menembus lebih dalam ke dalam pori-pori kulit, menyebabkan jerawat menjadi lebih meradang, membesar, dan menimbulkan jaringan parut.

Memencet jerawat juga dapat meningkatkan jumlah kuman di jerawat, meningkatkan peradangan, dan memperparah jerawat.

3. Bersihkan wajah secara teratur

Salah satu cara mencegah dan mengobati jerawat adalah dengan menjaga kebersihan kulit wajah. Disarankan agar Anda membersihkan wajah secara rutin dua kali sehari dengan pembersih wajah yang tidak mengandung alkohol untuk menghindari iritasi.

Kemudian bilas wajah dengan air hangat dan keringkan wajah dengan handuk lembut dengan menepuknya secara lembut.

4. Gunakan pelembab dan tabir surya

Usai membersihkan wajah, jangan lupa gunakan pelembab kulit agar kulit tetap terhidrasi dan tabir surya agar kulit tidak kering. Pastikan Anda memilih pelembab dan tabir surya yang berlabel non-comedogenic. Hindari menggunakan produk berbahan dasar minyak karena dapat menyebabkan komedo dan jerawat berulang.

5. Bijak dalam menggunakan kosmetik

Beberapa wanita mungkin menggunakan kosmetik wajah atau riasan untuk menyembunyikan jerawat. Namun, beberapa jenis kosmetik justru bisa menyebabkan pori-pori tersumbat dan memicu munculnya jerawat.

Oleh karena itu, pilihlah produk kosmetik yang tidak mengandung pewangi, bebas minyak dan berlabel nonkomedogenik. Selain itu, ganti kosmetik yang sudah lama tidak dipakai karena mengandung potensi kuman.

6. Jalani gaya hidup sehat

Selain merawat kulit dari luar, penting juga untuk menjaga kesehatan kulit dari dalam agar jerawat tidak kambuh. Anda didorong untuk menjalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat untuk kulit Anda, mengonsumsi lebih banyak air, menghindari asap rokok, dan mengelola stres dengan baik.

Jika berbagai cara yang disebutkan di atas tidak efektif untuk mengatasi jerawat atau jerawat yang membengkak yang disertai demam, mual, lemas, dan nyeri yang menyiksa, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Yuk cari tahu informasi mengenai kosmetik jafar di perawatan sehat dengan url resminya https://perawatansehat.co.id.