Seiring kemajuan teknologi, printer terus menjadi lebih baik. Karena kebutuhan manusia akan printer berbeda-beda, ada berbagai jenis printer yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan setiap orang. Berikut beberapa jenis printer yang sesuai dengan kebutuhan Anda:

Printer Daisy Wheel

Printer ini merupakan printer yang prosesnya menggunakan roda yang berisi karakter huruf. Anda bisa mengatakan bahwa ini bekerja hampir sama dengan mesin tik. Printer ini disebut bunga aster karena setiap tanda roda pada bungkus plastik berada di tengah roda, sehingga terlihat seperti bunga aster atau cakram.

Roda kemudian berputar dan berhenti di roda karakter yang diinginkan. Printer ini sangat lambat, bahkan jika dibandingkan dengan mesin tik elektrik, printer ini masih lebih lambat. Ini karena metode pencetakan ini dicetak huruf demi huruf.

Pada tahun 1969 David S. Lee adalah orang pertama yang menemukan pencetak roda. Sebelum printer laser menjadi populer, mereka dikenal karena jumlah cetakannya. Gambar dan grafik yang dihasilkan oleh daisy wheel berkualitas tinggi sehingga banyak yang akan tertarik.

Printer ini sempat digemari banyak orang pada tahun 1970-an hingga 1980-an. Pada tahun 1972, Diablo Systems, perusahaan yang berbasis di David S. Lee, diakuisisi oleh Xerox, menghasilkan penggunaan Daisy Wheel untuk meningkatkan peralatan dari IBM. Setelah itu, Daisy Wheel menjadi mesin pencetak paling terkenal di industri karena menggunakan Diablo 630, yang menarik perhatian banyak perusahaan.

Meskipun printer ini lambat kinerjanya, kualitas cetaknya sangat bagus sehingga sering disebut sebagai printer kualitas letter.

Namun kekurangan dari printer ini adalah sangat lambat dan hanya dapat mencetak huruf dan angka. Selain itu, printer ini mencetak 40 hingga 100 karakter per detik. Makanya, printer ini sering disebut juga dengan character print.

Printer dot matrix

Printer dot matrix merupakan printer yang sering kita lihat di kasir di toko atau restoran. Ini digunakan sebagai printer struk karena dapat mencetak di lebih dari satu media kertas pada saat yang bersamaan. Saat printer lain menggunakan tinta sebagai penyedia warna, tidak seperti printer dot matrix, warna berasal dari pita. Karenanya, warna yang dihasilkan printer ini hanya hitam, biru dan merah.

Dot matrix pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970 oleh Digital Equipment Corporation. Printer LA30 dot matrix saat ini dapat mencetak 30 karakter per detik. Sayangnya printer ini sangat bising saat digunakan. Pada 1979, Epson merilis MX-80, yang populer karena kesederhanaannya.

Printer dot matrix memiliki keuntungan menggunakan pita printer, yang printer lain harganya jauh lebih murah daripada tinta. Selain itu, jenisnya juga sangat bervariasi dari yang tidak berwarna hingga yang berwarna. Printer ini dapat mencetak berbagai ukuran dan lebar kertas.

Namun resolusi cetak printer ini masih rendah dan tidak sesuai untuk mencetak gambar. Suara yang dihasilkan printer ini saat mencetak juga sangat keras sehingga menimbulkan suara bising dan gerakan lambat. Oleh karena itu printer ini hanya cocok untuk mencetak struk.

Printer inkjet

Printer inkjet merupakan printer yang mudah ditemukan saat ini. Printer ini menggunakan tinta dan didorong melintasi bidang kertas. Cara kerja printer ini adalah dengan mengikuti garis atau grafik yang ditunjukkan oleh komputer atau driver, gunakan printhead dengan tabung kecil, kemudian semprotkan pada kertas.

Akibat percikan tinta, hasil cetakan dibandingkan dengan printer inkjet dengan titik maksimal. Printer ini memiliki resolusi hingga 5760 × 1440 dpi. Tinta mengering dalam beberapa detik. Printer ini dapat mencetak di atas kertas dan plastik.

Teman-teman juga bisa baca selengkapnya mengenai printer drivers & epson driver pada tautan tersebut, semoga bermanfaat yaa.